jumat mlm, our church had a dinner meeting buat galang dana untuk pembangunan greja house of shalom, invitation nya 1juta! i performed there with the other youths, kita nyanyi sama nari lagu joyful2 ngikutin performance nya sister act. one thing yg bkin agak sebel, there's this one woman, galak bgt, gw perhatiin kerjaan nya tuh marah maraaahh mulu. gw jg sempet beberapa kali di marahin dia, she said that i'm not energic enough, well gw oke2 aja sama teguran, it makes us a better person, right? what i dont like is the way she said it. i remember her saying once, 'kamu! kamu nih youth ato oma2 sih, kok nari lemes2 bgitu, kamu tau ga sih kamu ini perform buat Tuhan, jangan main2, kalo buat Tuhan itu yg sungguh2!'
i once read an article by prima rusdi - dia seorang penulis rutin di majalah cosmogirl, and i love the way she carries her opinion. dia bawain dengan kreatif and it attracts people to read her writings. nah, di artikel itu dia tulis tentang 'killer vs cheerleader' kamu mau jadi yang mana? she gives the cases, the reply versi killer sama versi cheerleader. tadi lagi browsing2 and luckily, i found her blog! ntar mau gw link ah. for now, you can click this url http://acaffeinjourney.blogspot.com/
back to topic, kadang, dalam hidup ini, tanpa sadar kita jadi seorang 'killer', apa yang kita ucapkan bukannya membangun malah menjatohkan. padahal Tuhan bilang di efesus4:29 "janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia". di dalam kasus tadi, kalo kita pilih untuk jadi cheerleader, we could say instead, 'eh kamu, aku punya saran nih, tadi aku liatin kamu agak lemes, coba lebih smangat, ayo kamu pasti bisa!" what do you say? doesnt that sound more positive?
gw inget 1 quotes that says, 'it's not what you want to say, it's how you say it' sayang, gw lupa siapa yang bilang. and i guess that's true. terus pernah lagi, si ibu ini, dia ga puas sama pita emas yang di iket di blakang kursi2 di ballroom nya, and her action really surprised me. dia ambil pitanya, dia buang ke kursi, dan dia panggil mas mas hotelnya 'hey waiter! maaaas! mas hoteeell! ini saya ga suka sama pita ini! apa ini pendek2 banget kaya buntelan. pitain yg lebih bagus dong! jelek banget ini, cabut semua ganti yang lbih panjang!' geez! i was like, oh my, bukannya kristen itu adalah kasih? bukannya Tuhan blg hukum terutama adalah mengasihi sesama? bukannya kita harus jadi terang buat orang yang belom percaya? dan disini, when we stepped out of the church, facing the world, facing non believers, why dont we show God's love? disini kita mau bkin acara greja, and when the waiters see our bossy attitude, wouldnt they say, 'oh, so this is how christians are? ga jauh beda sama kita2'
these scenes saddened me. apparently, mishella, my friend, also felt the same. she shared about the very same thing to me. gw ga tau, maybe i'm new to this kind of world, organising events, and such. entah, tapi mungkin emang harusnya gitu kali ya kalo mau bikin event? harus tegas kalo ga banyak hal yang ga keurus? dan emang sih, i guess i have to look at these things from her point of view, mungkin dia lagi kecapean, bener2 pusing ini itu, banyak yang mesti diurus, and she lost her temper. things happened, we're humans after all..
tapi gw seneng, ada pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini. another polisher to purify the diamond within me, another step higher to maturity :) xoxos
1 comment:
kak, cari bukunya prima rusdi yang judulnya Perjalanan Mata dan Hati. Cheerleader VS Killer ada di situ juga. :)
paling keren yang judulnya Jeda. wuihh.. hehehehehe
Post a Comment