*baca judulnya pake aksen orang singapur.
Mr Lee (my new principal), Cik Gu Mai Moon (our teacher mentor), and Pak Sazali (our Malay teacher) had waited for us in Changi Airport. Oh, and Hanna, too!
My impressions (baca: keudikan gue waktu nyampe Singapur)
-Changi gede banget! Gak kaya Soekarno-Hatta yang panas sumpek kotor. Langit-langit nya aja bagus banget. Banyak kaca2. Udah kayak mall deh.
-Principal nya gaul. Pake kemeja kancing paling atas di buka trus di keluarin, jeans, sneakers, sama backpack kalo ga salah.
-Hwa Chong juga guedeeeeeee (bacanya mesti lebay). Hampir separo lebih Bukit Timah Road itu diabisin sama Hwa Chong. Semua fasilitas ada. Terus udah computerized banget. Dimana2 ada kamera. Akses masuk boarding school, masuk hall, masuk kamar, make fasilitas, student card, student pass buat bebas fiskal, bayar McD, naik bus, dapet diskon, semua dalam 1kartu! Imagine. Kalo itu ilang, mau gimana idup gue. Jadi berasa makin kaya jaman Antikris. Serem ya.
-I can’t shit! Masa toiletnya ga ada semprotan gimana gue cebok coba. Rebek deh. Ternyata di Singapore emang toilet ga ada semprotan nya. Cuma ada paling di hotel2 bintang. Tadinya kita kalo mau boker mau ke Fullerton Hotel, tapi gila, gimana caranya, bokerku berat di ongkos dong.
We thought we could rest for like how many days, but we found out that we had to follow the orientation program which had already started like 2 days before we arrived.
Cerita tentang orientation juga panjang. Seru juga lah. Tapi capek parah. We danced and sang a lot! The dance was funny. There’s also this story about one guy i really really dont like. Maybe later. I also want to post the dance actually. But yeah, later.
No comments:
Post a Comment